Ketua TP PKK Kabupaten Kepahiang Ny. Efie Muhafilah Hidayat melantik Ketua TP-PKK Kecamatan dan Desa Se-Kabupaten Kepahiang. Selain itu juga Ny. Efie Hidayat juga melantik dan mengukuhkan Bunda (Pendidikan Anak Usia Dini) PAUD Kecamatan dan Desa Se-Kabupaten Kepahiang. Kamis (08/09/2022) di Aula Wulandari Kepahiang.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Kepahiang Dr. Ir. Hidayattullah Sjahid.,MM.,IPU, Forkopimda, Kepala dinas/instansi, ketua organisasi wanita serta camat dan kepala desa se-kabupaten Kepahiang.

Acara diawali dengan pelantikan Ketua TP-PKK Kecamatan dan Desa kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan dan Desa.

Disampaikan ketua TP-PKK Kabupaten Kepahiang yang juga Bunda PAUD Kabupaten Kepahiang  Pendidikan anak usia dini (Paud) merupakan suatu upaya pembinaan yang ditunjukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enak tahun yang harus diberi rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Untuk itu hendaknya kita mempunyai kepedulian yang sangat besar terhadap pendidikan PAUD agar anak anak kelak nanti memiliki kesiapan mental untuk memasuki pendidikan lanjut,kata Ny Efie Hidayat.

Dilanjutkan Efie peran aktif Bunda PAUD Kecamatan, Desa dan Kelurahan menjadi strategis dan penting dalam menjamin terlaksananya pendidikan anak usia dini yang berkaulitas serta menyiapkan generasi muda yang berkualitas sebagai penerus perjuangan bangsa.

“Bunda PAUD harus mampu mengidentifikasi dan memetakan permasalahan yang dihadapi oleh PAUD diwilayahnya, serta menjalin kerjasama yang harmonis dengan organisasi yang menaungi PAUD,” pesan Efie.

Sementara itu, Bupati Kepahiang menyampaikan karakter generasi penerus bangsa harus dimulai saat pendidikan anak usia dini. Terlebih kita akan menyambut Bonus Demografi pada 2045 Kepahiang harus mulai mempersiapkan diri dengan membangun generasi emas melalui pendidikan karakter dan mendidik dengan cinta. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi cara untuk membangun generasi emas tersebut.

“Selaras dengan tujuan tersebut, Bunda PAUD diharapkan mampu melihat potensi diri tiap anak. Tidak hanya berkaitan dengan ilmu pengetahuan tetapi juga soft skill, seperti kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman-temannya. Lebih lanjut, pengembangan potensi anak di usia dini menjadi tanggung jawab semua pihak. Perlu ada kolaborasi lintas sektoral sehingga kemampuan anak dapat dioptimalkan,” singkat Bupati.